Paguyuban Masyarakat Tradisi (Pametri) Yogyakarta melakukan ruwatan terhadap Bekas Ketua MPR RI Amien Rais di depan rumahnya di Sawit Sari Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, Kamis (16/10). Mereka melakukan ruwatan kepada Amien Rais karena dinilai telah menjadi "Sengkuni" dalam politik Indonesia.
Laiknya sebuah upacara adat, para anggota Pametri mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa sesaji seperti pisang setangkep, bunga setaman, kurungan manuk (sangkar burung) sebagai sesajen untuk mendoakan Amien di depan rumahnya.
Mbah Sukir yang memimpin upacara memulai dengan merapal doa dalam bahasa jawa sembari menyalakan dupa. "Semoga Bapak Amien Rais lepas dari Sandikolo dan kembali bersih. Semoga bangsa ini terhindar dari bencana dan segala hal yang tidak baik. Semoga rakyat Indonesia bisa sejahtera," ucapnya.
Setelah mengucapkan doa, Mbah Sukir menggunting bulu ayam hitam lalu mengurung ayam hitam tersebut dimasukkan ke dalam kurungan. Menurut dia pemotongan bulu ayam hitam tersebut melepaskan Sandikolo dari Amien Rais.
Setelah itu, Mbah Sukir mengambil ayam berbulu putih dan memanjatkan doa supaya Amien Rais menjadi manusia yang bersih dan menjadi negarawan yang baik.
"Ini ayam putih melambangkan kebersihan kesucian. Semoga Bapak Amien Rais kembali bersih dan menjadi negarawan yang baik," katanya.
Sementara itu, Koordinator Aksi, Sunanda, mengatakan upacara ruwatan Amien Rais dilakukan kerena mereka menilai Amien sebagai pejuang reformasi dan negarawan sudah melenceng. "Kami ke sini untuk meruwat Pak Amien Rais agar kembali bersih," ujarnya. [mtf]
