Dewasa ini kemiskinan telah memaksa banyak anak untuk bekerja dan melakukan pekerjaan orang dewasa untuk bertahan hidup di masyarakat.
Dengan makanan dan tempat berlindung semakin langka setiap harinya, anak-anak ini bahkan akan mentolerir pelecehan hanya untuk menghasilkan uang.
Namun, perlakuan kejam pengusaha kepada pelayannya yang berumur 13 tahun ini tidak dapat diterima.
Netizens sangat marah dan sedih dengan apa yang harus dialami anak itu saat bekerja untuk pasangan majikannya tersebut.
Dilansir dari viral4real anak 13 tahun yang tidak disebutkan namanya itu lari dari rumah dan mulai bekerja untuk Tun Tun (32) dan Myat Noe Thu (30).
Namun, tak lama kemudian dia mulai bekerja, mereka mulai menyiksanya dengan cara yang tak terbayangkan.
Bekas penyiksaan yang diterima anak tersebut (viral4real)
Mereka mulai memukulinya dengan besi, menyiramnya dengan air mendidih dan menusuk matanya dengan pinset.
Mereka sering memukulinya dengan tongkat juga.
Hal itu sampai memaksa tetangga yang bersangkutan untuk memanggil polisi dan melaporkan pasangan tersebut.
Gambar yang diambil oleh petugas di kantor polisi Kotapraja Dagon di Yangon, Burma, menunjukkan luka yang menyakitkan di wajah, dada, lengan dan kaki gadis itu.
Bekas penyiksaan yang diterima anak tersebut (viral4real)
Sebuah laporan polisi menyatakan: "Pada pagi hari tanggal 3 Juni sekitar pukul 09:00, tuan rumah yang tinggal di kamar 402 ditangkap karena dituduh menyiksa pekerja rumah tangga.
"Menurut penyelidikan, Tun Tun dan istrinya ternyata bertanggung jawab atas hal ini.
"Luka diperiksa dan diverifikasi. Anak tersebut sekarang dibawa oleh Departemen Kesejahteraan Sosial.
Namun, pasangan itu pada awalnya menahannya namun segera dibebaskan dengan jaminan setelah dakwaan dikurangi karena menyebabkan luka yang menyakitkan dengan senjata yang lebih rendah sehingga menyebabkan luka dengan senjata.(*)
