Selasa (25/7/2017) menjadi hari yang membahagiakan bagi sejumlah calon perwira remaja TNI-Polri.
Pasalnya, sekitar 729 calon perwira yang telah menyelesaikan pendidikan di akademi resmi dilantik menjadi Perwira Remaja.
Adapun pelantikan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di halaman Istana Negara.
Lebih lanjut, sejumlah fakta berkaitan dengan momen membahagiakan tersebut pun terkuak.
Dihimpun Tribunwow.com, berikut ulasannya:
1. Jokowi beri anugerah pada empat Perwira
Sekitar 729 orang dilantik langsung oleh Presiden Jokowi di momen ini.
Seperti dikutip dari Tribunnews upacara pelantikan tersebut diikuti sebanyak 729 orang Capaja TNI-Polri, dengan jumlah 437 Taruna Akademi TNI dan 292 orang Taruna Kepolisian.
Para Perwira yang telah menjalani pendidikan selama 4 tahun (Tingkat I sampai dengan Tingkat IV) ini juga menyandang gelar ST` Han (Sarjana Terapan Pertahanan) bagi Perwira TNI dan 83131' SIT-K (Sarjana Terapan Kepolisian) bagi Perwira Polri.
Pada upacara ini, Presiden juga akan memberikan anugerah kepada empat orang Capaja yang akan menerima Adhi Makayasa, yaitu Letda Inf Sagala dari Akmil Wiraswanrill, Letda Teknik Samsul Huda dari AAL, Letda Elektro Bernadinus Yoga Kristian dari AAU, dan Ipda Pol Ade Hertiawan Juliansyah dari Akpol.
2. Pidato Jokowi
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi tak lupa memberikan amanat pada para peserta pelantikan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itupun lantas menyingung soal Generasi Y serta perannya di masyarakat.
"Wajah Indonesia akan berubah nantinya dengan generasi Y. Mereka adalah generasi kreatif, inovatif, generasi yang kebutuhan dan tuntutannya sangat berbeda dari generasi yang lalu," ujar Jokowi dalam pidatonya sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Dikatakan Jokowi, TNI dan Polri harus berperan aktif mengantisipasi perubahan yang ada di masyarakat.
Presiden Joko Widodo, Selasa (25/7/2017) pagi, melantik sebanyak 729 perwira remaja TNI-Polri di halaman Istana Merdeka, Jakarta. (FABIAN JANUARIUS KUWADO)
"Kreativitas dan inovasi mereka itu akan mengubah cara kerja, seluruh perikehidupan bangsa. Baik yang menyangkut pelayanan publik, bisnis dan lain-lain. Oleh sebab itu, TNI-Polri harus mengantisipasi perubahan itu," lanjut Jokowi.
Presiden pun berpesan pada ratusan remaja tersebut agar tetap bisa menjaga keutuhan bangsa.
"Saya minta kepada seluruh perwira remaja untuk melakukan amanah dan pelayanan secara profesional, proporsional dan prosedural dengan menjunjung tinggi ketentuan peraturan perundangan dan kode etik profesi," ujar Jokowi.
"Selamat bertugas para patriot muda Indonesia. Buatlah Indonesia bangga. Jagalah Pancasila," lanjut dia.
3. Momen haru anak petani jadi perwira AL
Tri Prasetyo merupakan satu dari ratusan peserta yang dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Perwira TNI.
Saat ini ia menyandang pangkat sebagai Letnan Dua TNI Angkatan Laut.
Letnan Dua TNI AL Tri Prasetyo bersujud di kaki sang ibu usai dilantik Presiden Joko Widodo sebagai perwira remaja di Istana Presiden, Selasa (25/7/2017). (Fabian Januarius Kuwado)
Usai menjalani upacara pelantikan, Tri langsung berlari menuju sang bunda.
Pantauan Kompas.com remaja tersebut langsung mencium kaki sang bunda.
Sementara ayah Tri yang juga berada di lokasi pelantikan terharu menyaksikan momen tersebut.
Momen pelantikan ini rupanya menjadi kebanggaan sendiri bagi Tri dan keluarganya.
Kardiutomo (Paling Kanan) dan anaknya, Letda Tri Prastyo beserta keluarganya saat berfoto bersama di Istana Merdeka , Selasa (25/7/2017). (Tribunnews.com)
Hal tersebut lantaran Tri merupakan remaja yang lahir dari keluarga petani asal Lamongan, Jawa Timur.
Kardiutomo, ayah Tri bahkan mengaku sempat tak mengira anaknya bisa menjadi perwira TNI.
"Menjadi kebanggaan tersendiri. karena berangkat dari seorang petani mempunyai anak taruna menjadi sebuah kebangaan bagi saya sendiri," kata Kardiutomo, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.
Adapun, Tri adalah bungsu dari lima bersaudara.
Kardiutomo melihat Tri sebagai hasil jerih payahnya bersama istri mendidik anak dengan segala keterbatasan yang dimilikinya.
"Berarti saya benar-benar berhasil mendidik anak ini dan tidak kecewa. (Anak saya) bisa digunakan untuk masyarakat dan bangsa," ka
"Dari petani itulah saya merasa bangga bisa mendidik anak menjadi AKABRI," ucap Kardiutomo.
Di sisi lain, keharuan juga dirasakan Tri lantaran baru kali ini ia bisa menginjakkan kaki di Istana Negara.
"Selama saya pendidikan empat tahun di Akademi AL, suatu kehormatan bagi saya dan keluarga saya bisa mengunjungi Istana," ujar Tri, usai pelantikan.
Sebagai informasi, pelantikan di Istana kali ini merupakan yang pertama semenjak 14 tahun belakangan.
"Pelantikan ini luar biasa bagi saya dan enggak bisa ngomong apa-apa lagi, intinya saya benar-benar bangga, benar-benar luar biasa gembira banget bisa dilantik di Istana Negara," lanjut dia. (Tribunwow.com/Dhika Intan)
