Loading...

Gara-Gara Kanker, Gadis 5 Tahun Ini Menikahi Sahabatnya yang Berusia 6 Tahun

Kanker adalah penyakit yang mematikan dan tak kenal umur.

Seorang gadis kecil pun bisa terkena penyakit ini, seperti dialami Eileidh Paterson. 

Apakah kamu pernah bermimpi menikah dengan sahabat terbaik dan cinta pertama kamu? 

Meskipun cinta remaja mudah memudar saat kita tumbuh dewasa, tapi akan selalu tetap ada dalam kenangan kita, dan akan kita bawa ke masa dewasa. 

Tapi lain halnya dengan cinta pasangan muda ini.

Cinta mereka pasti akan menetap di dalam hati mereka selamanya, juga di dalam hati semua orang yang menyaksikan cinta mereka.

Eileidh Paterson adalah gadis yang didiagnosis kanker Neuroblastoma saat usianya baru dua tahun.Suasana pernikahan Eileidh Paterson dan Harrison Grier. ()

Dia menderita sejak saat itu. 

Tiga tahun setelah ia didiagnosis, dokter mengatakan bahwa mereka tidak lagi bisa memperpanjang hidupnya.

Tubuh gadis kecil itu sudah mengalah pada penyakit kanker. 

Tapi Eileidh punya satu keinginan, yaitu menikah dengan sahabatnya yang berusia 6 tahun, Harrison Grier.

Dalam upacara pernikahan bertema dongeng, Eileidh akhirnya bisa mengatakan bahwa Harrison Grier adalah teman terbaik selamanya.

Sahabat dekat dan keluarga berkumpul di ruang pertemuan di Aberdeen Exhibition dan Conference Centre.

Berpenampilan sebagai anak-anak, mereka berpegangan tangan dan saling menukar kalung.

Billy Grier, 31, berkata: "Harrison belum pernah ke pernikahan sebelumnya, jadi ini semua baru untuknya."

"Tapi ini adalah sebuah upacara yang indah dan ia menikmati setiap menitnya. 

"Dia sangat bersemangat untuk melakukannya."

"Sejak ia bertemu dengan Eileidh, mereka tak terpisahkan.

"Saya pikir dia tahu apa yang sedang terjadi."

"Dia pasti tahu betapa pentingnya itu untuknya, dan ingin melakukan apa pun yang dia bisa lakukan untuk Eileidh."

Tapi tentu saja, upacara itu tidak mudah bagi Eileidh, yang masih menjalani pengobatan sambil bersiap-siap untuk upacara. Keduanya tampak bahagia ()

Ibu Eileidh, Gail, menjelaskan bahwa Eileidh dalam kondisi lemah dan tidak stabil setelah menjalani transfusi darah.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran kalau dia tidak bisa menikmati hari besar.

Dia berkata: "Dia hanya sangat terkuras (tenaganya), tetapi dia menjadi seperti gadis yang berbeda selama upacara.

"Upacara itu benar-benar membuatnya percaya diri, dia menjadi dirinya sendiri saat bermain dan bersenang-senang dengan anak-anak lain.

"Ini akan menjadi kenangan abadi."

Akhirnya, Eileidh meninggal dunia awal bulan ini setelah berjuang melawan kanker neuroblastoma selama tiga tahun. 

Keluarga Eileidh ingin mmemberikan upacara untuk menunjukkan kepribadiannya yang seperti putri.

Maka, jenazahnya dibawa dalam peti pink yang ditarik oleh kereta kuda. (*)

Loading...