Loading...

Kisah Giman jalan kaki Malang-Jakarta tagih janji Amien Rais

Saat masa kampanye pemilihan presiden 2014 lalu, muncul isu bahwa tokoh reformasi Amien Rais pernah mendesak agar Prabowo segera dibawa ke Mahkamah Militer, terkait kasus penculikan sejumlah aktivis.

Menanggapi hal tersebut, Amien yang kini menjabat Ketua Majelis Pertimbangan PAN membantah. Dia menantang siapa saja untuk membuktikan omongan atau statemennya tersebut. Amien juga berjanji untuk jalan kaki pulang pergi Yogyakarta- Jakarta, jika dia terbukti pernah membuat statemen seperti itu.

Belakangan, beredar luas bukti yang diduga statemen Amien di media sosial. Seperti kliping headline harian Republika terbitan 24 Juni 1998, dan harian Kompas yang terbit pada 4 Agustus 1998.

Kini banyak pihak menagih janji Amien tersebut, salah satunya Giman. Pria 38 tahun asal Malang ini berjanji jalan kaki Malang-Jakarta jika Jokowi- JK menang dalam pilpres 2014.

Berikut ulasannya:
Giman berjalan sejauh 869 km dengan berbekal uang sebesar Rp 1 juta hasil penghimpunan dana anggota Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) Malang. Perjalanan Giman diakui tidak mulus.

Giman harus menghadapi berbagai kendala termasuk dikeroyok di wilayah Alas Roban, Semarang dan tersesat di wilayah Cirebon.

Saat tiba di Yogyakarta, Giman berkunjung ke kediaman Amien Rais untuk mengajak Ketua Majelis Pertimbangan PAN tersebut bersama-sama melaksanakan nazarnya berjalan ke Jakarta.

Namun, Giman tidak bertemu dengan Amien Rais di Yogyakarta. Giman juga berupaya menemuinya di Kantor DPP PAN hari ini, namun Amien Rais tidak berada di lokasi.

"Singgah ke Yogya mau ketemu Pak Amien Rais, kan dia juga nazar mau jalan ke Jakarta, tapi gak ketemu. Sempet ke kantor PAN juga tapi gak ketemu," kata Giman
Habiskan 11 sendal jepit

Merdeka.com - Menempuh perjalanan Malang- Jakarta, Giman menghabiskan 11 sandal jepit dan tidur di berbagai tempat.

"11 sendal jepit, cepet putus kalau nggak putus (sandalnya) bolong. Tidur kadang di pinggir jalan, kadang di Masjid, kadang di Kantor Polisi," ucap Giman.

Anggota Bara JP Jawa Tengah, Sulistyawati mengaku, terus memantau perjalanan Giman hingga tiba di Jakarta. Liliz mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan keselamatan Giman tiba di Jakarta.

"Saya mengawal beliau dari Jawa Timur. Saya bilang ke teman-teman Bara JP kalau Pak Giman singgah, mohon diterima. Kalau malam kita minta dipantau terus, sampai di cawang. Saya temui Pak Giman di satu kota, terus saya lanjut nunggu Pak Giman di kota berikutnya," imbuh Liliz.

3. Finish di kantor PAN

Merdeka.com - Setelah 22 hari berjalan kaki, Giman akhirnya tuntas memenuhi nazarnya untuk berjalan kaki Malang- Jakarta. Giman mengakhiri perjalanan di kantor DPP PAN, Jalan Tb Simatupang, Jakarta Selatan.

Giman finish di kantor PAN pukul 10.00 Wib, Senin (13/10). Pemilihan kantor DPP PAN sebagai 'garis finish' perjalannya tak lepas dari Amien Rais, politikus senior pendiri PAN.

4. Minta Amien Rais jangan asal ngomong

Merdeka.com - Giman datang ke kantor DPP PAN mengenakan kaos putih dan bercelana panjang hitam. Giman juga membawa bendera Indonesia yang dia ikat ke sebatang bambu.

" Amien Rais jangan asal ngomong saja. Buktikan suaramu," kata Giman di depan lobi kantor DPP PAN, Senin (13/10).
5. Dapat pujian dari Goenawan Muhamad

Merdeka.com - Sikap Giman yang memenuhi Nazar ini mendapat pujian dari berbagai kalangan, termasuk dari Goenawan Mohamad, rekan Amien sesama pendiri PAN.

"Penjaja kue putu itu mengajarkan akhlak yang baik kepada Prof Dr Amien Rais: Pak, jadilah orang yang bisa dipercaya, dan banyaklah jalan kaki," tulis GM, sapaan akrab budayawan itu, lewat akun Twitter-nya, beberapa waktu lalu

Loading...