BANGKA - Pria ini dulunya bukan orang sembarangan.
Pernah dididik sebagai polisi dan bertugas di Polres Jakarta Barat, dia cukup dikenal di kampung halamannya.
Namun, nasib berkata lain.
Usai keluar dari institusi yang beberapa tahun menaunginya, pria ini seperti kehilangan arah.
Faktor ekonomi, membuat warga Tempilang, Kabupaten Bangka Barat ini melakoni sejumlah pekerjaan.
Mulai dari satpam hingga akhirnya terlibat jaringan narkoba.
Petualangannya berakhir di tangan mantan rekan-rekan sejawatnya.
Tak hanya itu, timah panas menyalak dari pistol polisi karena berusaha melawan dan kabur saat disergap.
Pria ini adalah Mardianto alias Dian.
Dia tak berdaya saat di giring ke gedung Catur Prasetya Polres Bangka Bangka Barat, Senin (17/7/2017).
Dian ternyata pernah menjadi ajudan Timur Pradopo ketika sang jenderal bertugas di Polres Jakarta Barat.
Saat itu, berdasarkan informasi yang diperoleh Timur masih menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat pada 1998 silam.
Kini Dian harus dipapah lantaran betis kanannya tertembus timah panas.
Tersangka kepemilikan dua gram sabu-sabu tersebut terpaksa ditembak lantaran berusaha melawan petugas saat di sergap di kawasan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (12/7) malam lalu.
Saat jumpa pers berlangsung, ia tertunduk dan menyandarkan kepalanya ke dinding.
Selain sabu penangkapan yang di pimpin Kasat Narkoba AKP Andri Eko Setiawan menemukan satu set bong, timbangan digital dan pirex.
Ada juga plastik klip, satu telepon genggam dan mobil Toyota Avanza BN 1740 PE yang digunakan Dian mengantar pesanan narkoba.
Ia mengaku baru seminggu menggeluti bisnis narkoba.
Serbuk kristal tersebut di beli Dian dari seorang bandar di wilayah kota Pangkalpinang dan ia edarkan ke wilayah Tempilang dan Kelapa.
Namun pria berkulit sawo matang ini memilih bungkam saat ditanya pemasok dan modus transaksi narkoba kepada dirinya.
"Saya kurang tahu siapa bosnya. Bahkan kami tidak pernah ketemu. Karena sistem belinya uang ditransfer dulu dan barang baru barang dilempar di sebuah tempat yang disepakati," kata Dian seraya tertunduk.
Karir Dian sebagai anggota Polri terhenti tahun 2005 lantaran memilih beristri dua.
Saat itu Dian berpangkat Bripka.
Dari istri pertama Dian dikarunia satu orang anak, sementara dari istri kedua saat ini sedang hamil delapan bulan.
"Saya diberhentikan sebagai polisi karena beristri dua. Itu tahun 2005 lalu pangkat terakhir bripka," pungkasnya.
Awalnya Dian tak pernah kepikiran berkecimpung dalam bisnis narkoba.
Namun Dian mengaku sempat nyaris putus asa setelah dipecat dari kepolisian.
Sebelum memilih terjun ke dunia narkoba, Dian sempat bekerja menjadi security di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.
Namun pendapatan sebagai security dinilai tak mampu menopang kehidupan keluarga. Dirinya akhirnya memilih hijrah ke Tempilang.
Di Tempilang, Dian tak mempunyai pekerjaan tetap.
Kondisi ini semakin membuatnya tertekan hingga nekat menjadi pengedar narkoba.
"Bukan karena untung yang besar, cuma untuk sampingan saja, asal dapat pakai barang gratis. Tadinya saya tidak kepikir sampai seperti ini. Kemarin sempat jadi security di Jakarta," kata Dian.
Pada kesempatan itu, tak hanya Dian yang dihadapkan ke publik, namun juga lima bandar sekaligus pengguna narkoba lain.
Tampak Jaunari, Robby, Jaunari alias Buyung, Afrizal Zainuri, Rendy Yovanka dan Zainudin alias Udin.
Baca: Pamer Keliling Dunia, Netizen Temukan Sesuatu yang Aneh di Balik Foto Wanita Cantik Ini
"Hari ini ada enam tersangka yang kami hadirkan. Mereka di tangkap dari sejumlah lokasi wilayah hukum Polres Bangka Barat berikut barang bukti narkoba. Satu dari lima tersangka merupakan Disersi Polisi yang pernah bertugas di Polres Jakarta Barat," ujar Kapolres AKBP Hendro Kusmayadi.
Lanjut Hendro, kurang dari sepekan pihaknya berhasil menggulung enam tersangka pengedar sekaligus pemakai narkoba tersebut.
Keenamnya dicokok dari sejumlah Lokasi dan tempat berbeda di wilayah hukum Polres Bangka Barat sejak tanggal 7 hingga 12 Agustus 2017 lalu.
"Pengungkapan enam tersangka pengedar sekaligus pengguna narkoba ini mulai dari tanggal 7 sampai dengan 12 Juli lalu. dari tangan para tersangka kami menyita sejumlah barang bukti narkoba," jelasnya.(l3)
Kata Mereka
AKBP Hendro Kusmayadi, Kapolres Babar
Babar Jadi Bidikan
Aakhir-akhir ini peredaran narkoba di Kabupaten Bangka Barat melambung.
Baca: Mengejutkan, Ini Temuan Psikolog Soal Hasrat Seksual Wanita yang Diremehkan Pria
Ini terlihat dari banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap satuan reserse narkoba Polres Bangka Barat.
Kabupaten Bangka Barat, kini seakan menjadi bidikan para pembisnis narkoba.
Terlebih akses keluar masuk Bumi Sejiran Setason sangat mudah dan sulit di jangkau.
Salah satunya melalui jalur pelabuhan tikus. Di wilayah Kabupaten Bangka Barat sejumlah pelabuhan tikus bercokol.
Mereka menjadi penghubung Bangka Barat dengan sejumlah wilayah. Termasuk Palembang Sumatera Selatan.
Untuk itu dalam hal pemberantasan narkoba, kami dari kepolisian meminta kerjasama seluruh stakeholder.
Jika menemukan adanya indikasi atau praktik penyalhgunaan narkoba jangan segan-segan dilaporkan.(l3)
