Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump rupanya lupa memesan kamar hotel di Hamburg, Jerman, untuk KTT tahunan G-20. BuzzFeed, Kamis (6/7/2017), melaporkan dalam acara yang dihadiri para pemimpin utama global itu, Trump terjebak untuk mencari tempat tinggal.
Gedung Putih tampaknya menunggu terlalu lama sebelum membuat reservasi untuk Trump dan staf perjalanannya untuk KTT yang dimulai pada Jumat (7/7/2017) tersebut. Semua hotel mewah di kota itu benar-benar telah dipesan oleh para pemimpin dunia lainnya, menyebabkan presiden AS - yang terkenal karena gedung bisnis dan hotel mewahnya – ketiadaan tempat tinggal.
Sebuah outlet berita lokal Jerman, Hamburger Abendblatt, Rabu (5/7/2017), melaporkan bahwa pemerintah AS ingin tinggal di Four Seasons, namun mereka ditolak karena sudah dipesan.
Delegasi dari Arab Saudi telah mengklaim Four Seasons, serta beberapa kamar di beberapa hotel terdekat lainnya. Menurut Financial Times, Raja Saudi Salman tidak hadir dalam KTTdan seorang mantan menteri keuangan yang mewakili negara tersebut. Namun menurut Stern, majalah berita mingguan yang berbasis di Hamburg, raja biasanya bepergian dengan rombongan besar, unta untuk susu unta segar, dan eskalator emas.
Menurut BuzzFeed, beberapa minggu sebelum KTT, ada laporan bahwa Trump dan timnya harus tinggal di Berlin dan terbang ke Hamburg dengan helikopter.
Tidak jelas kemana Trump akan menginap, namun Associated Press melaporkan bahwa dia akan menginap di wisma tamu Senat resmi di Hamburg. Stafnya akan tinggal di Konsulat Jenderal AS di kota.
Ini bukan pertama kalinya pemerintahan Trump mengalami masalah dalam menemukan akomodasi. Ketika Menteri Lar Negeri Rex Tillerson menghadiri pertemuan G20 di Jerman awal tahun ini, Bloomberg melaporkan dia harus tinggal di sebuah sanitarium di sebuah desa kecil yang dikenal dengan mata air panasnya.
Semua hotel di Bonn, kota yang menjadi tuan rumah konferensi tersebut, dipesan pada saat Tillerson memastikan akan hadir.
Jadi mengapa hal ini terus terjadi? Ini mungkin ada hubungannya dengan fakta bahwa Departemen Luar Negeri saat ini kekurangan tenaga dan tidak terorganisir. Hanya sembilan posisi kunci dari 124 yang telah dikonfirmasi di Departemen Luar Negeri.
Belum ada yang dinominasikan sebagai direktur di Kantor Misi Luar Negeri, yang bertanggung jawab untuk merencanakan dan memberikan keamanan bagi misi AS ketika para diplomat dan pejabat tinggi lainnya bepergian ke luar negeri.
Saat KTT G20 meningkat pada hari Jumat dan akhir pekan ini, ada kemungkinan Trump akan terus menghadapi situasi yang berpotensi memalukan saat berhadapan muka dengan para pemimpin dunia yang telah mengejeknya di masa lalu.
