Ketika disebut kata POLIGAMI, pasti banyak wanita diluar sana akan merasa susah hati,
Bukan karena menentang Sunnah, tetapi lumrah hati wanita itu sendiri diciptakan ALLAH tidak rela untuk berbagi kasih.
Bagi pria pula, POLIGAMI adalah satu hal yang dilihat begitu 'menyenangkan'.
Ada yang menjadikannya sebagai bahan bercandaan.
Ada yang mendambakan hal ini.
Namun tahukah Anda poligami ini bukanlah sesuatu yang mudah seperti yang dibayangkan.
Sedangkan istri yang ada seorang pun tak terjaga, ini mau tambah dua, tiga dan empat.
Mampukah Anda berbuat sama kepada semuanya?
Yang paling penting mampukah Anda untuk adil?
Jika mampu teruskan niat itu.
Dibagikan cerita oleh seorang wanita bernama Shikin Mohmad di Facebook.
Kisah dirinya telah meminang seorang wanita untuk suaminya.
Menurut dia itu adalah tanda dia mencintai Allah lebih dari suaminya.
Jadi kenapa harus menentang syariat itu sedangkan suaminya berkemampuan untuk adil.
Mari kita baca.

Ku Pinang Isteri Buat Suamiku
Aku bukan malaikat dari kayangan.
Aku sama saja dengan wanita lain.
Sebut saja poligami remuk redam hati dan rasa ingin "smack down" saja suamiku ini.
Aku bukan malaikat.
Perasaan marah, sedih, kecewa semua ada sebagai manusia yang penuh dengan nafsu manusiawi.
Suamiku sabar berkelanjutan mendidikku dekat dengan Allah.
Aku khatam berkali2 buku karangan kapten Hafiz "202 Tips Poligami".
Satu ayat yang sangat gertakan terus hatiku yang dalam kesedihan.
"Apa bukti aku cinta pada Allah melebihi dari suamiku jika aku menentang keras syari'at Allah yang satu ini."
"Sedangkan suamiku sangat berkemampuan untuk adil."
Allah tidak membebani hambaNya melainkan sesuai dengan kemampuannya.
Awalnya aku melihat poligami ini satu ujian.
Aku mencoba menelusuri hidup Rasulullah SAW.

Kehidupan jauh lengkap dengan tes dari kecil kehilangan seorang demi seorang yg beliau sayang dari ayah, ibu, kakek, istri tercinta dan pamannya.
Ujian dihina dan dikatakan gila oleh orang kafir.
Dilempar batu sampai berdarah kepala beliau.
Allah berikan tes ini melainkan untuk mengangkat derajat beliau makin mendekat kepada Allah.
Apakah pantas hasil dari sabar dengan ujian agar Allah itu digelar tes?
Pastinya itulah hadiah yang paling teragung dan keberhasilan yang termulia.
Aku ingin juga dicintai Allah sebagaimana cinta Allah kepada Rasul.
Target akhirat ini membutakan mataku utk melihat poligami sebagai hadiah dari langit bukan satu tes.
Ajaibnya ketika kuubah cara pandang, Allah titipkan begitu banyak kekuatan memungkinkan aku turut sama membantu memilih calon isteri buat suamiku.
Kekuatan dari ilahi juga membantuku meminang dan menyarungkan cincin tunangan bahkan menyaksikan ijabkabul suamiku dengan wanita lain.
Allahurobbi. Lahaulawalaquwwataillabillah.
Semoga hadiah ini mendekatkan aku, suamiku dan maduku dekat kepada.
Moga usaha dakwah kami kian rancak dan urusan bisnis kami makin lancar.
Poligami atau tidak bukan itu yg membedakan kita dihadapan Allah.
Penentunya adalah ketaqwaan kita padaNya. Mohon doa dari semua. (Siakapkeli)
