Politisi Ruhut Sitompul menyakini, Irjen Pol Idham Azis akan melanjutkan kinerja baik yang ditunjukan oleh Mochamad Iriawan sebagai Kapolda Metro Jaya.
Salah satunya disebut Ruhut, yakni tetap memproses kasus-kasus yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
"Saya rasa Kapolda yang baru akan melakukan apa yang dilakukan Pak Iriawan, karena mereka sama-sama berangkat dari Propam. Jadi nggak usah khawatir," kata Ruhut kepada Netralnews.com, Minggu (23/7/2017).
Komentar mantan petinggi Partai Demokrat ini menanggapi keinginan pendukung Habib Rizieq agar Kapolda Metro Jaya yang baru, menghentikan kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang menjerat Habib Rizieq.
"Jadi kalau ada simpatisan atau pendukung Rizieq meminta Kapolda menghentikan kasus ini, itu namanya mimpi kali yeee. Itu tidak akan terjadi," ujar Ruhut.
Ditegaskan juru bicara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok - Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 lalu itu, apa yang diharapkan oleh kubu Rizieq itu akan sia-sia, pasalnya aparat kepolisian satu komando dari Mabes Polri hingga ke Polsek.
"Karena harus diingat dari Mabes Polri, Polda, Polwil, Polres, Polsek, itu satu garis komando, nggak ada yang bisa mencoba mempengaruhinya, karena polisi kita sudah sangat profesional," tandas Ruhut.
Sebelumnya, tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Novel Chaidir Bamukmin meminta kepada Irjen Pol Idham Azis, agar setelah menjabat Kapolda Metro Jaya, dapat menghentikan kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang menjerat Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.
Habib Rizieq Shihab kini menjadi tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) di kasus tersebut.
"Kita meminta agar kasus Habib Rizieq diselesaikan yaitu masalah chat yang diduga fitnah dan rekayasa. Hentikan kasus chat diduga fitnah itu," kata Habib Novel kepada Netralnews.com, Minggu (23/7/2017).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasarkan Surat Telegram Rahasia Nomor: ST/1768/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017 sebanyak 51 perwira tinggi dan menengah menjalani rotasi jabatan. Salah satunya adalah Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Idham Azis ditunjuk menggantikan Irjen Polisi M. Iriawan sebagai Kapolda Metro Jaya.
