Loading...

Perppu Ormas, Begini Tanggapan Aa Gym Yang Cenderung Skeptis

Indonesia adalah negara yang berlandaskan pancasila. Pancasila ini adalah solusi terbaik untuk menjebatani kepentingan msyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, ras, serta agama. Pancasila menjadi wadah bagi kepentingan-kepentingan masyarakat yang berbeda-beda. Bisa dikatakan, pancasila adalah sesuatu yang sudah final dan tidak boleh diotak-atik apa lagi dihapus. Semua warga negara Indonesia wajib menjaga pancasila dari rongrongan ormas yang ingin menghapus ideologi pancasila dan menggantinya dengan ideologi yang lain seperti komunis dan khilafah.

Salah satu langkah pemerintah untuk menjaga pancasila dari rongrongan ormas radikal adalah menerbitkan Perppu Ormas. Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas yang diterbitkan pemerintah memang melahirkan polemik. Ada kelompok yang mendukungnya dan ada pula beberapa kelompok Ormas yang menolaknya.

Ormas-ormas yang terindikasi radikal dan anti pancasila bisa langsung dibubarkan lewat Perppu Ormas tanpa proses yang ribet. Upaya pemerintah untuk menjaga keutuhan pancasila sudah seyogyanya didukung penuh oleh warga negara yang cinta pancasila dan Indonesia. Adalah sangat aneh ketika penerbitan Perppu Ormas justru mendapat kritik dan protes dari sebagian masyarakat.



Mengapa masih ada warga negara yang tidak senang pemerintah ingin menjaga keutuhan pancasila dari rongrongan ormas radikal lewat Perppu Ormas?

Pertama, orang tersebut adalah bagian dari kelompok ormas yang terindikasi anti pancasila. Kelompok mereka sama sekali tidak mencintai Indonesia. Jika mereka mencintai Indonesia, mereka tidak akan sedikitpun memiliki niat untuk mengganti ideologi pancasila. Mereka sejatinya adalah penjajah.

Kedua, orang tersebut boleh jadi bukan termasuk kelompok ormas anti pancasila, mereka boleh jadi memiliki rasa cinta kepada Indonesia, hanya saja mereka iri dan dengki kepada presiden saat ini (Jokowi). Kedengkiannya membuatnya terus menerus memprotes kebijakan Jokowi. Mereka tak peduli seberapa manfaat kebijakan Jokowi, yang terpenting bisa terus menggorengnya untuk memperburuk citra Jokowi.



Seluruh umat beragama yang lebih mementingkan kepantingan bangsa pasti akan mendukung penerbitan Perppu Ormas. NU dan MUI menjadi perwakilan umat Islam yang mendukung Perppu Ormas. Mereka sepakat bahwa pancasila adalah harga mati dan tidak boleh diganggu gugat.

Salah satu ustadz yang populer dan sering masuk TV, Aa Gym turut berkomentar terkait penerbitan Perppu Ormas. Berbeda dengan PBNU dan MUI yang mendukung penuh penerbitan Perppu, Aa Gym cenderung skeptis dan komentarnya pun mirip Fahri dan Fadli yang hobinya nyinyir ke Jokowi.

“Ya saya belum membaca semua Perppunya. Tetapi ketidakadilan dalam bentuk apapun pasti sumber kerusakan bagi negara ini,” ujar Aa Gym

“Mudah-mudahan semua tindakannya ini memang adil bagi semua elemen maayarakat. Bukan hanya untuk kepentingan kekuasaan sesaat atau kepentingan kelompok-kelompok tertentu,” ucapnya.

“Ketidakadilan adalah sumber masalah terbesar. Semoga Perppu ini diperiksa oleh semua elemen masyarakat adil atau tidaknya. Pokoknya sumber masalah adalah ketidakadilan,” kata Aa Gym.

Melihat pernyataan Aa Gym, saya sangat menyanyangkan mengapa Aa Gym memberikan komentar yang menambah suasana semakin panas. Gelar ustadz yang disandangnya harusnya membuat dirinya bisa melontarkan pernyataan yang adem dan menyejukkan seperti PBNU. Terlebih ketika belum apa-apa Aa Gym menyatakan bahwa keadilan dalam bentuk apapun pasti akan menjadi sumber keruskan bagi negara.

Mengapa Aa Gym mengedepankan skeptis terlebih dahulu dan merasa pemerintah tidak akan adil dalam pelaksanaan Perppu Ormas?

Sebagai orang yang paham agama, seharusnya Aa Gym paham bahwa berburuk sangka itu tidak dibenarkan. Apapun yang nanti akan terjadi, tetap kita harus berprasangka baik. Boleh saja Aa Gym tidak suka kepada Jokowi, namun ketika belum apa-apa sudah merasa nanti Jokowi tidak adil dalam penerapan Perppu ormas, ini merupakan sikap yang sangat tidak patut, terlebih untuk seorang ustadz seperti Aa Gym.

Apalagi ketika Aa Gym menghubungkan Perppu Ormas dengan kepentingan kelompok-kelompok tertentu, saya kira sudah semakin keterlaluan. Jika Aa Gym bukan seorang ustadz, misalnya Aa seorang politikus, saya tidak mempersoalkan pernyataanya. Namun Aa Gym adalah seorang ustadz yang menjadi panutan umat. Seorang panutan umat hendaknya lebih bisa bersikap bijaksana.

Aa Gym sepertinya harus belajar menjadi seorang panutan masyarakat dari ulama-ulama di tubuh NU. Aa Gym harus belajar mengedepankan postif thinking, mengayomi, bijaksana, toleransi, serta mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat bermanfaat.

Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/
Loading...