Loading...

Prabowo Nyeletuk Nasi Goreng Hambalang, Netizen Kompak Menduga Ini Maksudnya

 JAKARTA - Diplomasi nasi goreng, begitu tema pertemuan antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto.

Ya, nasi goreng menjadi suguhan utama dalam pertemuan yang digelar di kediaman SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017).

Pun, santapan tersebut menjadi celetukan Prabowo yang menuai tawa saat menggelar konferensi pers setelah pertemuan itu.


"Tadi kami makan nasi goreng yang luar biasa enaknya. (Kelezatannya) nasi goreng ini menyaingi nasi goreng Hambalang," ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Entah apakah Prabowo hendak menyindir soal kasus Hambalang, yang terang lelucon tersebut membuat publik dan pewarta tertawa.

Prabowo pun mengakui intel SBY masih cukup kuat, meski kini sudah tidak menjabat lagi sebagai presiden.

Terbukti, SBY bisa 'menyogok' Prabowo dengan nasi goreng yang merupakan makanan favoritnya.

"Intelnya Pak SBY itu masih kuat, tau aja kelemahan Prabowo itu di nasi goreng. Asal dikasih nasi goreng, Prabowo setuju," ujar Prabowo kembali disambut tawa.

Nasi goreng Hambalang buah celetukan Prabowo mendadak menjadi santapan hangat pula bagi para netizen.

Mereka melontarkan komentar-komentarnya melalui kolom komentar berita TRIBUNNEWS yang berjudul: 'Intelnya Pak SBY Kuat, Tahu Aja Kelemahan Prabowo Itu Nasi Goreng'.

Komentar-komentar tersebut dituangkan lewat akun jejaring Facebook mereka.

Salah satunya pengguna akun Facebook dengan nama Belly Djap yang menyoroti mangkraknya proyek Wisma Atlet Hambalang para era pemerintahan SBY.

Dia menyebut wisma atlet tersebut sebagai Candi Hambalang.

"Prabowo mengatakan kelezatan nasi goreng tersebut menyaingi nasi goreng Hambalang. Mungkin maksudnya kalau mereka menang bakal banyak proyek2 mangkrak yang dananya habis di korupsi seperti candi hambalang," ujar Belly Djap.

Ada pula netizen yang bilang diplomasi nasi goreng itu untuk mengamankan kasus Hambalang yang mulai terungkap.

"Diplomasi NasGor ...amankan Hambalang yg sudah mulai terkuak di Pansus Angket KPK...xixixixiixi," tulis pengguna Facebook, Tavong Kusuma.

"Siapa yg ndak thu proyek hambalang yg menelan dana banyak dan hasilnya mangkrak, mungkin itu maksudnya nasi goreng yg disuguhkn," tulis Manx Jay.

"Nasi goreng hambalang yg artinya, jika terpilih presiden kasus hambalang akan di lindungi kali, makanya hambalang yg mau di goreng nantinya tak jadi di goreng makanya rasanya lesat begitu pengartian dari konspirasi hambalang," tulis Usman Ali.

Diplomasi nasi goreng

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyantap nasi goreng terlebih dulu sebelum melakukan pertemuan politik di kediaman SBY.

Menu nasi goreng tersebut disajikan oleh pedagang nasi goreng gerobak yang dihadirkan masuk ke kediaman SBY.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan, penjual nasi goreng yang dihadirkan memang pedagang favorit SBY dan para pengurus Partai Demokrat.Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) melakukan salam komando usai mengadakan pertemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017) malam. Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi serta membahas berbagai permasalahan politik dan kedua partai sepakat bekerja sama tanpa koalisi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Menurut Hinca, penjual nasi goreng itu merupakan pedagang keliling yang bisa dihubungi untuk pesanan.

"Iya keliling, kalau kami minta dia kemari tinggal ditelepon, biasanya ada mi tek-teknya, menunya ganti, kadang ada empalnya," kata Hinca di Puri Cikeas, Kamis malam.

Karena itu, Hinca menyebut bahwa pertemuan SBY dan Prabowo tersebut sebagai "diplomasi nasi goreng".

"Saya bilang 'diplomasi nasi goreng'. Nasi goreng itu kan sangat merakyat dan ini juga biasa jualan di pinggir jalan juga," ujar Hinca.

UU Pemilu

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa terlalu jauh untuk berbicara mengenai koalisi antara kedua partai.

Menurut Riza, pertemuan SBY dan Prabowo merupakan tindak lanjut dari keinginan yang disampaikan Prabowo pasca-pengesahan RUU Pemilu oleh DPR, pekan lalu.

Dengan pengesahan UU Pemilu tersebut, maka partai atau gabungan partai yang bisa mengajukan calon presiden pada Pemilu 2019 adalah yang mendapat perolehan 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara nasional.

Loading...