Loading...

Respon Masyarakat Palangka Raya Terkait Wacana Pemindahan Ibu Kota

Pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), ikut mendapat sambutan positif. Menurut Plt Sekretaris Daerah Kotim Halikinnor, masyarakat Kalteng, khususnya Sampit dan kotawaringin Timur akan mengapresiasi jika wacana tersebut terealisasi. Olehnya kata dia, masyarakat sejak dini sudah harus mempersipakan diri.

"Kita tentu harus bersyukur kalau nantinya Kalteng dipilih menjadi Ibu Kota negara dan pusat pemerintahan," kata Halikinnor di Sampit, dilansir Liputan6.com, Senin (16/7/2017).

"Masyarakat juga harus mempersiapkan diri, khususnya masyarakat Dayak selaku warga asli wilayah ini agar bisa bertahan dan tidak terpinggirkan," ujarnya melanjutkan.

Jika Ibu Kota negara dipindah ke Kalimantan Tengah, kata Halikinnor, persaingan kerja dipastikan makin ketat. Masyarakat lokal, khususnya masyarakat suku Dayak harus mempersiapkan diri agar tak kalah bersaing dengan pencari kerja dari luar daerah.

Persiapan diri, kata dia, dilakukan dengan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Salah satunya dengan penguasaan pengetahuan, teknologi, dan keterampilan sebagai bekal mendapatkan atau membuka lapangan kerja.

Masyarakat Dayak harus bersinergi dengan semua pihak dan melalui bidang profesi masing-masing. Pemerintah daerah berupaya melindungi dan memprioritaskan masyarakat lokal, serta adat istiadat melalui berbagai peraturan daerah yang telah dibuat.

Menurut Halikinnor, pemerintah daerah berupaya memberi penguatan kelembagaan adat yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 16 Tahun 2008 tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalimantan Tengah.

Selain itu juga, kata Halikinnor, ada Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 13 Tahun 2009 tentang Tanah Adat dan Hak-Hak Adat di Atas Tanah di Provinsi Kalimantan Tengah.

Loading...