Pengamat politik Maksimus Ramses menilai ancaman revolusi yang digaungkan Habib Rizieq merupakan upaya mencampurkan urusan hukum dengan politik. Dia berpandangan ancaman revolusi itu hanya bentuk tekanan psikologis untuk memengaruhi keputusan Presiden Joko Widodo.
“Saya kira begini, jangan mencampur adukan urusan politik dengan urusan hukum,” kata Maksimus saat dihubungi Kriminalitas.com, Jakarta, Jumat (8/7/17).
Tak hanya itu rencana revolusi Habib Rizieq tersebut dinilai tak akan terealisasi. Pasalnya saat ini kekuatan Habib Rizieq telah melemah dan Presiden Joko Widodo juga sangat gencar melakukan pendekatan kepada para ulama.
“Saya kira tidak sampai ke sana (revolusi). Kalau kita lihat akhir-akhir ini mulai melempem. Lalu pergerakan Jokowi ke pesantren-pesantren, pendekatan dia memberikan pemahaman ke ulama dan bagaimana menjaga stabilitas kemanan di negeri ini,” pungkasnya.
Sebelumnya Habib Rizieq mengajukan beberapa syarat rekonsiliasi dengan pemerintah. Jika sejumlah syarat itu tak terpenuhi, Habib Rizieq mengancam akan menggulirkan revolusi.
