Politisi Ruhut Sitompul mengatakan, soal tawaran rekonsiliasi dan ancaman revolusi dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kepada pemerintah, sebaiknya tidak perlu dibahas atau ditanggapi.
"Rizieq udah gak usah kita bahas lagi lah, kita sudah tau manusia gak punya nyali. Cape kita membahas Rizieq," kata Ruhut kepada Netralnews.com, Jumat (7/7/2017).
Alasan Ruhut tidak ingin menanggapi, karena ia menilai, percuma Habib Rizieq mengancam revolusi sedangkan untuk menghadapi kasus hukumnya saja tidak bernyali dan melarikan diri ke luar negeri.
"Kalau dia memang jago dia balik selesaikan masalah hukum dia. Kalau dia hanya koar-koar di luar, jujur aja, sayang aja, kecebong gak bisa ketawa, kalau gak kecebong pun ketawa," ungkapnya.
"Karena itu untuk Habib Rizieq, pantasnya salam kecebong," ujar mantan petinggi Partai Demokrat itu.
Seperti diketahui, Habib Rizieq kini menjadi tersangka atas dua kasus, yakni kasus penghinaan terhadap Pancasila, yang ditangani Polda Jawa Barat, dan kasus chat WhatsApp berkonten pornografi.
Untuk kasus chat mesum, Polda Metro Jaya (PMJ) telah menyatakan Habib Rizieq masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ia ditetapkan sebagai buron, sejak dikeluarkan surat penangkapan pada (30/5/2017) lalu, Habib Rizieq belum juga kembali ke Indonesia.
Selain dua kasus diatas, kasus lainnya yang diduga menjerat Habib Rizieq, yakni dugaan penistaan agama Kristen, diduga mengeluarkan ancaman membunuh pendeta-pendeta, dugaan mengeluarkan ujaran kebencian (hate speech) dengan menyatakan ada gambar palu arit di uang rupiah, dan beberapa kasus lainnya.
Terbaru, Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu dilaporkan oleh tokoh masyarakat di Polda Bali terkait dengan ujaran kebencian. Ia diduga membuat pernyataan yang mengancam keselamatan umat Hindu di Indonesia melalui sebuah acara di Petamburan, Jakarta Selatan, beberapa tahun lalu.
