Seorang CEO sebuah perusahaan cokelat ternama
memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya.
Ia kemudian mengumpulkan kedua putranya dan berkata,
“Pergi dan temui suplier, diskusikan dengan mereka
mengenai ide untuk rasa cokelat terbaru”.
Putra sulung lantas pergi lalu kembali dengan bangga dan mengatakan,
“Mereka berpotensi untuk memasok raspberry, kelapa, dan pistachio”.
Sedang putra bungsu kembali dan berkata, “Suplier sudah memastikan
bahwa mereka bisa memberi kita pasokan rasa baru seperti raspberry, kelapa,
dan pistachio. Mereka juga bersedia untuk menegosiasikan harga yang lebih murah
jika kita memberikan investasi lebih untuk raspberry dan kelapa. Mereka bahkan
akan memberikan harga grosir untuk satu lagi varian rasa yang sedang mereka buat
jika kita berminat”.
Mendengar penjelasan dari kedua putranya,
sang CEO kemudian memutuskan untuk menyerahkan
jabatan kepada putra bungsunya.
1. Mereka adalah orang yang inisiatif dan selalu berpikir out of the box. Patuh aturan itu pasti, tapi bukan berarti nggak bisa berinovasi
Berkaca dari cerita di atas, menunjukkan bahwa kebanyakan orang nggak berpikir out of the box. Berapa lama kamu duduk di tempat kerja dan melakukan pekerjaan yang persis sama dengan apa yang diperintahkan? Kamu sama sekali nggak pernah menyimpang dari petunjuk? Ketahuilah bahwa hal ini adalah perangkap. Bukannya, menjadi sukses, orang-orang yang melakukan hal yang sama tanpa berinisiatif justru nggak akan pernah berkembang.
Orang sukses akan memikirkan cara-cara yang lebih efisien
untuk melakukan sesuatu dan selalu berpikir out of the box.
2. Jadilah pribadi yang proaktif, bukannya reaktif. Kendalikan hidupmu, bukan hidup yang mengendalikanmu
Misalnya, kamu adalah seorang mahasiswa. Ketika salah satu temanmu melakukan perbuatan yang kurang menyenangkan, tentu saja akan menimbulkan suasana yang nggak nyaman buatmu.
Jika kamu tergolong orang yang reaktif, kondisi yang nggak nyaman ini
akan sangat mempengaruhi kualitasmu dalam beraktivitas. Kamu merespon
stimulus berdasarkan kondisi yang dirasakan (perasaan).
Tapi jika kamu adalah orang yang proaktif, kondisi nggak nyaman
ini nggak akan mempengaruhi produktivitas. Kalaupun ada pengaruhnya,
kamu tetap akan berpegang pada nilai tertentu. Jika nilaimu adalah belajar
atau bekerja sebaik mungkin untuk menciptakan prestasi, maka apapun
kondisi lingkungan yang dihadapi, nilailah yang akan selalu menjadi fokusmu.
Dalam hal ini, kamu merespon stimulus berdasarkan nilai.


