Loading...

Jawaban Mengapa Banyak Gedung Bertingkat Hindari Angka 4 untuk Penomoran Lantainya

Bila bepergian ke sejumlah tempat, coba perhatikan penomoran dari benda-benda di sekitarnya.

Misalnya gedung, nomor rumah, nama produk, dan lainnya.

Anda akan menemukan kesimpulan bahwa umumnya banya yang tidak menggunakan angka 4.

Fenomena ini biasanya terjadi di Asia Timur yang menjalar hingga Asia Tenggara.

Lift tanpa nomer 4.
Lift tanpa nomer 4.

VIRAL: Pasangan Pacaran Setahun via FB, saat Ketemu Malah Bikin Pingsan, Ternyata Wujud Aslinya. . .

Seolah-olah angka 4 sengaja dijauhi. Ada apa?

Di Asia Timur, ketakutan pada angka 4 atau tetrafobia menjadi fenomena yang sangat umum.

Ini terjadi lantaran dalam bahasa Mandarin empat (pinyin: si, jyutping: sei), bunyinya mirip dengan kata kematian (pinyin: si, jyutping: sei).

Begitu juga dalam bahasa Asia Timur lain, shi (bahasa Jepang) dan sa (bahasa Korea). Pelafalannya terdengar sama dengan kematian. 

Maka, menurut tradisi Tionghoa dan fengshui, angka 4 dipercaya sebagai simbol bencana, tidak mendatangkan keberuntungan, dan berbagai hal yang mengarah pada kegagalan.

Bila disejajarkan dengan alfabet pun, huruf keempat adalah “D” yang bisa berarti “death”.

Sebagian orang juga menghubungkannya dengan angka sial dari kebudayaan Barat, yaitu 13 (1+3=4).

Walhasil, mitos ini makin menjadi-jadi.

Banyak gedung mengganti angka 4 dengan 3A, terkait kepercayaan.
Banyak gedung mengganti angka 4 dengan 3A, terkait kepercayaan. 

VIRAL: Wanita Cantik Nangis, Tidak Sanggup Lagi Layani Nafsu Majikan dan Anaknya

Kepercayaan ini begitu kuatnya, bahkan sampai beberapa produk elektronik yang tergolong modern ikut menghindarinya, seperti kamera merek Canon, ponsel Nokia, tidak mencantumkan angka 4 pada nomor serinya.

Kita juga tidak menemui penomoran lantai di gedung yang canggih sekalipun yang menunjukkan 4, 14, 24, 34, 40-49, dst. 

Sebagai gantinya, digunakan penomoran 3A, 12A, atau 23A.(*)
Loading...