Loading...

Sering Didatangi Rentenir, Seorang Bapak Nekat Bunuh Diri, Begini Surat Wasiatnya

Pria berinisial SJ (49) sengaja akhiri hidupnya dengan cara meminum cairan beracun.

Sebelum menenggak cairan itu, korban menyempatkan diri menulis surat wasiat.

Surat wasiat itu ditujukan untuk kedua anaknya dan istrinya, dan ditemukan di atas meja ruang tamu setelah korban meninggal dunia.

Didalam surat wasiat itu, korban meminta maaf kepada kedua anak dan istrinya.

Korban pamitan akan meninggalkan keluarganya untuk selama-lamanya, yang ditulisnya akan menghadap ke Rahmatullah.

Diunggah akun Facebook Yuni Rusmini, Sabtu (4/11), dalam surat wasiatnya korban juga disebutkan masih memiliki hutang di arisan.

Korban juga meminta maaf kepada dua anaknya serta isterinya, dan meminta untuk melunasi utang tersebut.

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti, melalui Kasubbag Humas AKP Willy Budiyanto, menjelaskan secarik surat wasiat dan gelas bekas racun yang ditemukan polisi di lokasi kejadian semakin menguatkan korban meninggal karena bunuh diri.

“Diperkirakan, itu adalah surat wasiat yang sengaja ditulis oleh korban sebelum meninggal,” ujar AKP Willy Budiyanto.

Korban yang berprofesi sebagai tukang parkir di Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong , Kabupaten Kebumen, ini tinggal di rumahnya bersama anaknya yang kedua.

Saat kejadian, isterinya sedang berada di Jakarta untuk merawat cucu dari anak pertamanya.

Menurut penuturan saudara kembar korban yang bernama Yono (49), sebelum ditemukan meninggal korban sering didatangi tukang tagih dari salah satu lembaga pembiayaan swasta.

Keterangan dari Yono ini menguatkan korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun.

Berikut isi surat wasiatnya :

“SILVI SUSAN MAMAKE

AKU MINTA MAAF

BOK ANA SALAH LUPUTE

JONO DIMAAFI YA

AKU AREP BALIK KE RAHMATULOH

AKU DUWE TANGGUNGAN ARISAN TOLONG

DIBERESI YA MAK

TERIMAKASIH

SELAMAT TINGGAL”

Begini artinya jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia:

“Silvi, Susan, Mama. Saya minta maaf. Jika ada salah Jono dimaafkan ya. Saya akan menghadap Rakhmatullah. Saya punya tanggungan arisan. Tolong diselesaikan ya ma. Terimakasih. Selamat tinggal”. (GL-NOE)
Loading...