PEKANBARU - Presiden Joko Widodo memamerkan kebolehan barunya yakni bermain sulap di depan anak-anak dalam acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar di Lapangan Pauh Janggi, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu (23/7/2017) kemarin.
Ibu Negara Iriana Jokowi pun didapuk menjadi asisten Jokowi saat di atas panggung.
"Sekarang saya mau main sulap, Ibu Jokowi akan bantu saya di sini," ujar Jokowi meminta Iriana Jokowi naik ke panggung.
Meja yang dibalut dengan kain berwarna hitam telah disiapkan di sisi kiri panggung. Di atasnya telah tersedia sejumlah alat peraga sulap.
Sulap yang pertama diperagakan Jokowi yakni menggunakan tongkat.
Jokowi kemudian meminta anak-anak untuk menghitung angka satu hingga tiga. "Satu, dua, tiga!" Pekik anak-anak.
Jokowi kemudian menggoyang-goyangkan tongkat dan dari pot kecil tersebut muncul bunga.
Anak-anak pun bertepuk tangan melihat aksi Jokowi.
Kedua, Jokowi memeragakan sulap menggunakan bola.
"Ini ada dua bola ya anak-anak. Hitung ya," kata Jokowi.
Setelah dihitung, ternyata bola yang tadinya dua, menjadi tiga.
Tetapi bola itu tidak lagi di tangan Jokowi, melainkan pindah di tangan Iriana.
Setelah sulap menggunakan bola, Jokowi dan Iriana memeragakan dua sulap lainnya.
Mereka pun nampak serius melihat aksi sulap Presiden.
Di sulap terakhir, Jokowi memeragakan sulap menggunakan kantong dari kain berwarna merah.
Ia pun meminta seorang anak bernama Amin untuk ikut memeragakan sulap.
"Sekarang coba, saya akan minta kepada Dik Amin untuk mengambil (memasukan tangan ke dalam kantung). Tapi ngambilnya pelan-pelan saja," pinta Jokowi.
Amin sempat melongok isi kantong. Namun, dilarang oleh Jokowi.
"Enggak boleh nengok. Diambil saja ke sini. Tadi kan ya kosong, diambil, lihat ada apa?" lanjut Jokowi.
Tangan Amin keluar dari kantong. Dalam genggamannya, ada sebuah jam tangan berwarna putih.
"Tadi kosong kan?" tanya Jokowi.
"Iya," jawab Amin sembari tersenyum heran.
"Terus sekarang ada?" Jokowi kembali bertanya.
Amin menjawab, "Jam".
Senyum heran masih menghiasi wajah Amin.
"Ya sudah jam tangannya untuk Dik Amin, dibawa," kata Jokowi yang langsung disambut riuh tepuk tangan dan sorak sorai anak-anak yang hadir.
Amin pun mengikuti istruksi Jokowi. Perlahan ia masukkan tangan kanannya, dan ternyata ia menggenggam sebuah jam tangan dari dalam kantong itu.
"Ya sudah, jam tangannya dibawa saja," kata Jokowi.
Anak-anak pun bersorak dan bertepuk tangan. Malah beberapa dari mereka ingin maju ke depan, berharap dapat hadiah dari Jokowi.
Larang bullying
Pada kesempatan itu, Jokowi mengingatkan kepada ribuan anak yang hadir dan kepada anak di seluruh Indonesia agar jangan melakukan aksi perundungan alias bullying, mencemooh dan mengejek teman-temannya.
"Saya titip pesan barusan drama tadi tidak boleh membully teman-temannya, setuju? tidak boleh mengejek temannya, tidak boleh mencemooh, tidak boleh mencela temannya juga tidak boleh," ujar Jokowi.
Pada kesempatan tersebut Jokowi juga berharap agar kegiatan seperti Masa Orientasi Siswa (MOS) atau ospek di lingkungan sekolah dihilangkan.
"Hal-hal yang seperti ini biasanya dimulai dari waktu penerimaan, ada MOS, ada ospek, gitu-gitu, ini yang harus dihilangkan," ujar Jokowi.
Sebagai gantinya, Jokowi mengatakan sebaiknya kegiatan tersebut diganti dengan kegiatan yang merekatkan antara senior dengan junior, sehingga senior memiliki rasa ingin menolong junior, sebaliknya junior memiliki rasa menghargai senior.
Jokowi pun bercerita dirinya pernah melihat kegiatan tersebut di negara lain, bagaimana ada kegiatan yang mengharuskan seorang senior menggendong juniornya.
"Saya lihat di negara yang lain, saya tidak tunjuk negaranya ya waktu masuk seperti itu kakak kelasnya gendong adik kelasnya masuk sekolah, saya tanya apa artinya? Ya seniornya harus bantu adiknya, adiknya harus hormat ke seniornya, kakak kelasnya, saya kira budaya ini juga akan saya sampaikan kepada menteri pendidikan agar yang namanya bullying itu tidak muncul," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan agar anak-anak saling menghargai antarsesama.
Tidak hanya menghargai, Jokowi juga meminta anak-anak saling membantu dan menolong teman-temannya.
"Kalau ada temannya yang sakit harus ditengok, kalau pas nengok jangan lupa bawa roti bawa makanan biar cepat sembuh," kata Jokowi.
Belajar tekun
Jokowi juga mengingatkan agar anak-anak Indonesia belajar dengan tekun agar dapat meraih cita-cita.
Presiden Joko Widodo juga menyoroti media sosial yang juga marak dikenakan oleh anak-anak.
Jokowi mengingatkan agar anak di bawah 13 tahun tidak bermain Facebook.
"Anak-anakku, siapa yang senang bermain media sosial? Coba ada yang mau bertanya silakan maju ke sini," kata Jokowi.
Majulah seorang siswa bernama Grace. Dia bertanya ke Jokowi soal penggunaan Facebook.
"Nama saya Grace. Saya mau bertanya, Pak saya tidak boleh pakai Facebook? Kata mama harus pakai Facebook mama," kata Grace.
Jokowi balik bertanya. "Umur Grace berapa?" tanya Jokowi.
"Sebelas tahun Pak," jawab Grace.
"Jadi, anak-anak, bapak ingin beritahukan kalau mau main Facebook umur di bawah 13 tahun tidak boleh, aturannya begitu. Kalau lebih dari 13 tahun boleh main, tapi diawasi bapak ibu, agar dibimbing anak-anak menggunakan medsos dengan baik," jelas Jokowi.
Jokowi pun menyarankan Grace jika ingin bermain Facebook, maka gunakan akun milik orangtuanya.
"Grace ingin main Facebook? Sementara ini tidak boleh, harus nebeng ke Facebooknya mama," kata Jokowi.
Jokowi juga bertanya soal waktu belajar Grace.
Jokowi menyarankan Grace agar menambahkan waktu belajar yang biasa dilakukan selama 2 jam.
"Tambah dikit lagi nggak apa-apa. Pulang sekolah belajar dikit. Nanti malam juga belajar lagi, tapi kalau pas libur boleh bermain, sore juga boleh bermain," katanya.
"Grace kalau main, mainnya apa?" tanya Jokowi kembali.
"Main HP (handphone)," kata Grace.
Di akhir pembicaraan, Jokowi menghadiahkan Grace sebuah sepeda karena sudah berani untuk bertanya langsung ke Presiden.
"Nih sepedanya diambil. Terima kasih, belajar yang giat," kata Jokowi.
Kaget cita-cita
Dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo sempat melakukan dialog dengan beberapa anak sekolah dasar. Salah satunya adalah Rafi Fadilah siswa Kelas 6C di SD 36 Pekanbaru.
"Coba, cita-cita kamu mau jadi apa," ucap Jokowi bertanya kepada Rafi.
"Mau jadi Youtubers," kata Rafi spontan.
Jokowi kaget mendengar jawaban Rafi, kemudian tersenyum.
Jokowi pun bertanya alasan kenapa bercita-cita ingin jadi Youtubers.
"Ini pasti senang main Youtube, main media sosial. Coba ceritakan Youtube seperti apa," kata Jokowi.
"Youtubers itu kalau banyak subscribersnya akan hasilkan uang," kata Rafi.
Jawaban Rafi sontak membuat Jokowi..... (nic/wly)
