KUALA LUMPUR - Tinggal 21 hari lagi upacara pernikahan berlangsung.
Seorang desainer interior di Malaysia harus melupakan keinginannya berumah tangga ketika tunangannya telah meninggalkannya.
Kisah tentang mahligai impian Ezrin, 28, yang musnah pernah dipublikasikan Harian Metro pada 2 Januari lalu.
Memicu berbagai reaksi netizen yang rata-ratanya bersimpati dengan nasib yang menimpa pria itu.
Dimengerti, Ezrin dan tunangannya itu bertunangan pada 9 Juli 2016 dan dijadwalkan mengadakan acara pernikahan pada 21 Januari 2017.
Sayangnya pada 18 November, wanita itu menyatakan hasrat ingin memutuskan hubungan mereka.
Ezrin mencoba membujuk wanita itu namun gagal.
asa

Secara resmi mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa hubungan resmi sejak 31 Desember.
Apa yang mengecewakan Ezrin pada waktu itu, segala persiapan pernikahan telah dibuat.
Namun tidak menyangka impiannya untuk mendirikan rumah tangga dengan wanita itu musnah begitu saja.
"Separuh kartu pernikahan sudah dicetak, dewan sudah dipesan, suvenir sudah disediakan."
"Hantaran sudah siap, pakaian dan katering semua sudah ada melibatkan biaya RM30,000 (sekitar Rp 93 juta) ," katanya seperti yang dilansir Harian Metro.
Dalam laporan itu, Ezrin berencana ingin mengambil tindakan terhadap wanita itu.
Dan 9 Juli yaitu Minggu lalu, Ezrin melalui Twitternya mengunggah gambar wanita tersebut.
sa
"Setahun yang lalu kita berjanji untuk bersama."
"Namun kau sakiti aku, kau duakan aku.
"Besok saya akan pergi ke pengadilan untuk sebutan kasus putus tunang untuk sidang tuntutan ganti rugi."
"Pria pun ada hak dan martabat."
"Susah sekali untuk mengaku? Apa Perlu play victim? Jumpa lagi di pengadilan nanti."
"Bukan mau minta simpati kalian, aku mau beritahu yang pria pun ada hak dan martabat."
"Ridho? Ye aku ridho tapi aku akan tuntuk mantan aku," tulisnya di Twitter . (thereporter)
