Hesteg #RipChesterBennington jadi trending topik sejak dini hari tadi bahkan menjadi worldwide trending. Jutaan netizen di dunia turut berduka denagn kematian vokalis Linkin Park ini yang berakhir tragis.
Bukan rahasia jika hidup Chester Bennington dipenuhi cerita kelam. Itu tergambar dalam wawancara-wawancara dan musiknya. Seperti ditulis Variety, Bennington bukan hanya sekali atau dua kali mengungkapkan bahwa dirinya seakan berangkat dari ‘neraka.’
Bennington pernah mengalami pelecehan seksual, perceraian, bahkan kecanduan obat-obatan dan alkohol. Masa lalu yang terus menghantui itu, banyak diungkap dalam musiknya.
Salah satu figur musik rock yang pernah menjual lebih dari 70 juta album di seluruh dunia itu, lahir di Phoenix, Arizona pada 20 Maret 1976. Orang tuanya bukan musisi. Ibunya perawat, sementara ayahnya adalah detektif yang banyak menangani kekerasan terhadap anak.
Orang tua Bennington kemudian bercerai dan ia ikut sang ayah.
Meski ayahnya merupakan ‘pahlawan’ bagi kekerasan anak, Bennginton tidak lepas dari itu. Ia menjadi korban pelecehan seksual dari teman laki-lakinya yang lebih dewasa. Itu terjadi sejak usianya masih tujuh tahun, hingga 13 tahun. Ia juga menjadi korban bully di sekolah.
“Saya diperlakukan seperti anjing di sekolah, karena kurus dan terlihat berbeda,” ujarnya.
Stres karena itu, ia memilih obat. Hampir segala obat terlarang dicoba, termasuk ganja, amfetamin dan kokain. Tapi Bennington menemukan kedamaian dalam seni. Ia pun banyak menghabiskan waktu membuat puisi, menggambar, menulis lagu, dan mendengarkan musik.
Karier musik Bennington dimulai saat ia pindah bersama ibunya di usia 17 tahun. Mengutip NME, ia mulai menyanyi dan bergabung dalam band. Tiga album ia luncurkan pada 1990-an.
Saat itu ia bergabung dalam sebuah band bernama Grey Daze. Pada 1998, dua tahun setelah ia menikah dengan istri pertamanya Samantha Olit, Bennington nyaris keluar dari musik. Jeff Blue lah yang menyelamatkannya. Ia merupakan wakil presiden dan A&R Zomba Music.
Blue memberi kesempatan pada Bennington untuk audisi menjadi vokalis utama band yang kelak akan dinamainya Linkin Park. Tak perlu waktu lama untuk memutuskan Bennington cocok dengan Mike Shinoda, vokalis lain. Band itu mulai bergerak pada 1999 dan dikontrak Warner Bros.
Linkin Park langsung diminati. Album debutnya yang rilis pada 2000, Hybrid Theory menduduki peringkat dua di tangga album Billboard Amerika Serikat. Sebuah peringkat bagi band baru. Dalam musik itulah Bennington bisa mengungkapkan gelisah dan sisi kelamnya.


